![]() |
| "Kaprodi D3 Keperawatan Unimus Semarang beserta instruktur BTCLS 118 ketika memberikan penghargaan peserat terbaik"/Foto: Redaksi |
RADARDETIK.ID - Semarang - Sebanyak 58 mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dinyatakan lulus setelah menuntaskan rangkaian pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) 118 yang berlangsung pada 9-14 Agustus 2026.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya penanganan awal pasien trauma dan kegawatan kardiovaskular. Tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan, kegiatan juga menekankan keterampilan praktis, ketepatan mengambil keputusan, serta kesiapan melakukan pertolongan dalam situasi darurat.
Pelatihan BTCLS dilaksanakan menggunakan metode hybrid. Pada dua hari pertama, Senin dan Selasa, peserta mengikuti pembelajaran secara daring. Kegiatan kemudian dilanjutkan secara tatap muka pada Rabu hingga Jumat, dengan sesi praktik keterampilan yang dilaksanakan pada Kamis dan Jumat.
Dekan FIKKES UNIMUS, Dr. Ns. Muhammad Fatkhul Mubin, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J., saat membuka kegiatan menekankan bahwa kompetensi kegawatdaruratan menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa keperawatan sebelum memasuki dunia profesional.
Menurut dia, tantangan pelayanan kesehatan terus berkembang dan menuntut lulusan keperawatan tidak hanya menguasai teori akademik, tetapi juga memiliki keterampilan klinis, kesiapsiagaan, dan kemampuan memberikan respons secara cepat serta tepat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
“Pelatihan BTCLS menjadi bekal yang sangat penting bagi mahasiswa. Kompetensi yang diperoleh diharapkan semakin meningkatkan kesiapan mereka untuk bersaing dan bekerja secara profesional ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Dari BTCLS 118, Ns. Syukri menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini terjalin dengan FIKKES UNIMUS. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus dipertahankan dalam upaya meningkatkan kompetensi calon tenaga kesehatan.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan dalam pelatihan telah disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan pedoman kegawatdaruratan terkini, termasuk mengacu pada pembaruan referensi American Heart Association (AHA) 2025 serta sumber ilmiah terbaru lainnya yang relevan.
Dari Teori hingga Simulasi Kegawatdaruratan
Berbeda dengan pembelajaran yang hanya berorientasi pada teori, BTCLS menuntut peserta mampu mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan ketika berhadapan dengan skenario kegawatdaruratan.
Melalui rangkaian materi, praktik, simulasi, dan evaluasi, mahasiswa dilatih untuk membangun pola pikir sistematis dalam mengenali kondisi pasien, menentukan prioritas pertolongan, hingga melakukan tindakan awal secara cepat dan aman.
Model pembelajaran hybrid juga memungkinkan mahasiswa mempelajari landasan teoritis terlebih dahulu sebelum memasuki sesi tatap muka dan praktik. Dengan pola tersebut, waktu pembelajaran langsung dapat lebih banyak dimanfaatkan untuk penguatan keterampilan dan simulasi.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan ujian, seluruh peserta yang berjumlah 58 mahasiswa dinyatakan lulus.
Capaian tersebut disampaikan dalam penutupan kegiatan pada Jumat (14/8/2026). Ketua Program Studi D3 Keperawatan FIKKES UNIMUS yaitu Dr. Ns. Yunie Armiyati.,S.Kep.,M.Kep.,Sp.Kep.MB menyampaikan apresiasi kepada BTCLS 118, para instruktur, mahasiswa, serta seluruh pihak yang terlibat selama pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap kompetensi yang diperoleh mahasiswa tidak berhenti sebatas sertifikat pelatihan, tetapi benar-benar menjadi bekal ketika mereka menjalani praktik klinik maupun setelah memasuki dunia kerja.
“Kami menyampaikan terima kasih atas ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang telah diberikan kepada mahasiswa. Harapannya, seluruh kompetensi yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diterapkan dan memberikan manfaat ketika mereka menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BTCLS 118, Ns. Nur Halimah, mengatakan seluruh mahasiswa telah melewati tahapan pembelajaran, praktik, serta ujian yang menjadi bagian dari pelatihan.
Ia mengapresiasi semangat peserta selama mengikuti kegiatan hingga akhirnya seluruh mahasiswa berhasil memenuhi kriteria kelulusan.
“Mahasiswa telah melewati seluruh rangkaian pelatihan dan ujian. Seluruh peserta dinyatakan lulus,” kata Nur Halimah.
Peserta Terbaik Raih Pin BTCLS 118
Penutupan pelatihan juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa yang menunjukkan performa terbaik selama kegiatan. Peserta terbaik dari masing-masing kelas memperoleh pin BTCLS 118 sebagai bentuk apresiasi atas capaian selama mengikuti pelatihan.
Penyematan pin menjadi penutup rangkaian kegiatan sekaligus simbol tanggung jawab bagi mahasiswa untuk mempertahankan kompetensi yang telah diperoleh.
Bagi calon perawat, kemampuan memberikan pertolongan pada kondisi trauma dan kegawatdaruratan jantung menjadi kompetensi penting karena situasi kritis dapat ditemui di berbagai lini pelayanan kesehatan. Kecepatan mengenali masalah, ketepatan menentukan prioritas, serta kemampuan melakukan tindakan awal dapat berpengaruh terhadap keselamatan pasien.
Melalui pelatihan BTCLS, FIKKES UNIMUS mendorong mahasiswa D3 Keperawatan memiliki kesiapan yang lebih kuat sebelum memasuki pelayanan kesehatan. Penguatan kompetensi melalui pembelajaran akademik yang dipadukan dengan pelatihan keterampilan diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga tanggap ketika berhadapan dengan situasi kegawatdaruratan.


