| "Kegiatan KKN Tematik yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Bantaragung Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon"/Foto: Redaksi |
RADARDETIK.ID - Majalengka - Semangat kolaborasi lintas perguruan tinggi mewarnai pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2026 di Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Selasa (21/7/2026). Sebanyak 79 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi resmi diterjunkan untuk mengabdi kepada masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi, pengembangan desa wisata, hingga digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembukaan KKN yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Bantaragung itu menjadi simbol lahirnya sinergi baru antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Sejak awal acara, suasana penuh optimisme terasa begitu kuat. Mahasiswa, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintah kecamatan hadir dalam satu semangat yang sama, menjadikan desa sebagai laboratorium kehidupan sekaligus ruang lahirnya berbagai inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
![]() |
| "Kegiatan KKN Tematik Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon"/Foto: Redaksi |
Kepala Desa Bantaragung menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pelaksanaan KKN Kolaboratif 2026. Menurutnya, kehadiran mahasiswa bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan desa. "Kami berharap mahasiswa dapat menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan ide-ide kreatif, inovatif, dan aplikatif sehingga potensi desa dapat berkembang lebih optimal," ujarnya.
Senada dengan itu, Camat Sindangwangi mengajak seluruh peserta KKN menjadikan masa pengabdian sebagai momentum belajar langsung bersama masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program kerja yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun komunikasi, menghormati budaya lokal, serta menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan bersama masyarakat.
"Kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membentuk karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial," katanya.
Kolaborasi Tiga Kampus
KKN Kolaboratif tahun ini mempertemukan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Majalengka, dan Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon.
Dari total 79 peserta, sebanyak 45 mahasiswa berasal dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 20 mahasiswa dari Universitas Majalengka, dan 14 mahasiswa dari Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon.
![]() |
| "Mahasiswa KKN Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon mengusung tema Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pengembangan Desa Wisata dan Digitalisasi UMKM"/Foto: Redaksi |
Kolaborasi lintas kampus tersebut menjadi kekuatan utama dalam merancang berbagai program multidisiplin. Perbedaan latar belakang keilmuan diyakini mampu melahirkan solusi yang lebih komprehensif bagi kebutuhan masyarakat desa.
Mengusung tema "Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pengembangan Desa Wisata, dan Digitalisasi UMKM", para mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang berorientasi pada penguatan kapasitas masyarakat sekaligus mendorong transformasi ekonomi desa.
Mendorong UMKM Naik Kelas
Salah satu fokus utama KKN adalah mempercepat digitalisasi UMKM. Di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin berbasis teknologi, pelaku usaha desa dituntut mampu memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar.
Melalui pendampingan intensif, mahasiswa akan membantu pelaku UMKM dalam mengoptimalkan media sosial, menyusun strategi pemasaran digital, membuat konten promosi yang menarik, hingga mengenalkan berbagai platform penjualan daring. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat Desa Bantaragung.
Mengangkat Potensi Desa Wisata
Selain sektor ekonomi, pengembangan Desa Wisata Bantaragung juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan KKN tahun ini. Mahasiswa akan berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk mengidentifikasi potensi wisata alam maupun budaya yang dimiliki desa. Berbagai kegiatan promosi, penyusunan konten digital, edukasi masyarakat, hingga pengembangan strategi branding destinasi akan dilakukan guna memperkuat posisi Desa Bantaragung sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Kabupaten Majalengka.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
![]() |
| "Foto bersama dosen, mahasiswa dan perangkat dalam kegiatan KKN Tematik Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon"/Foto: Redaksi |
Menghidupkan Semangat Pemberdayaan
Tak hanya menjalankan program kerja, mahasiswa juga didorong membangun hubungan yang erat dengan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan humanis. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan, membantu masyarakat menggali potensi desa, menyelesaikan berbagai persoalan lokal, sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat pedesaan.
Melalui interaksi langsung dengan warga, mahasiswa juga memperoleh ruang belajar yang tidak ditemukan di ruang kuliah belajar memahami dinamika sosial, melatih kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta mengasah kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Pengabdian yang Berdampak
KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Program ini menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat sehingga inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat memberikan manfaat secara langsung.
Dengan dimulainya KKN Kolaboratif Tahun 2026, diharapkan seluruh program yang telah dirancang mampu berjalan optimal melalui dukungan pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi tiga perguruan tinggi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan program kerja selama masa KKN, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang berupa meningkatnya kapasitas masyarakat, berkembangnya UMKM berbasis digital, serta semakin dikenalnya potensi wisata Desa Bantaragung.
Semangat kebersamaan yang dibangun sejak hari pertama menjadi modal penting untuk mewujudkan desa yang semakin mandiri, inovatif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di era digital. Dengan sinergi antara kampus dan masyarakat, Desa Bantaragung diharapkan menjadi contoh bagaimana kolaborasi akademik mampu melahirkan perubahan nyata dari desa untuk Indonesia.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

