![]() |
| "Tim Persis Solo diambang degradasi setelah hanya terpaut satu strip dibawah Zona degradasi Arema FC"/Foto : Persis Solo ID |
Radardetik.id - Klub Sepak Bola asal kota Solo yaitu Persis Solo kini menghadapi ombak badai yang sangat besar. Setelah sebelumnya hanya bisa menahan imbang tim Persebaya Surabaya, kini Persis Solo harus dipermalukan Dewa United di kandang sendiri.
Hal ini tentunya adalah pukulan yang telak bagi klub milik Kaesang Pangareb tersebut. Setelah memasuki putaran kedua mereka hanya menambah satu pemain saja dan membuang Rodrigo Rodiquez. Hal ini pun tidak membuat Persis Solo berbuat banyak memasuki Putaran 2 kompetisi Liga 2 BRI Indonesia.
Management
Persis Solo akhirnya baru menyadari bahwa permainan Persis Solo tidak kunjung
membaik pada awal putaran kedua. Padahal sebelumnya permainan Persis Solo Ketika
diracik oleh Pelatih asal Mexico tidak sebagus yang dibayangkan. Puncak –
puncaknya Ketika Persis Solo dikalahkan tim papan bawah Arema FC.
Hal
tersebut membuat Pelatih Persis Solo dipecat oleh management Persis Solo. Juru
racik Persis Solo pun diambil oleh Care taker Tithan Suryata. Ketika diracik
Tithan Suryata pun tidak membuat Persis Solo bangkit dari keterpurukan, faktor pergantian
pelatih Persis Solo yang mepet serta minimnya pemain setelah tidak
diperpanjangnya kontrak Striker Persis Solo Rodrigo Rodriquez membuat Persis
solo bakal terseok – seok ke depan.
Bahkan
kini Persis Solo diambang degradasi ke liga 2, karena hanya terpaut satu strip
dengan zona degradasi. Bahkan Persis Solo hanya terpaut 4 point dari Arema FC
yang berhasil mengalahkan Persis Solo pekan lalu.
Disaat
tim penghuni zona degradasi seperti Arema FC, Persikabo dan bahkan Bhayangkara
melakukan perombakan besar – besaran. Tim Persis Solo masih bingung mencari
Pelatih Kepala pengganti Care taker Tithan Suryata.
Yang
membuat heboh adalah tim juru kunci Bhayangkara FC yang terseok – seok pada
putaran pertama merekrut pemain habis – habisan. Setelah mereka menggaet Withan
Sulaiman dari Persija, mereka berhasil merekrut eks Pemain Inter milan dan AS
Roma yaitu Radja Nainggolan.
Dan
bahkan strategi mereka dalam melakukan perombakan pemain berhasil dilakukan,
setelah tim Bhayangkara FC bangkit dari keterpurukan setelah membantai Persita
dengan skor 3 – 0 tanpa balas.
Bukan
mustahil bahwa pada putaran kedua nanti tim Persis Solo bakal masuk zona
degradasi kalua melihat track record sekarang ini. Disaat tim lain sudah
evaluasi besar – besaran, tim Persis Solo masih bingung mencari pengganti
pelatih kepala.
Banyak
kalangan pengamat Sepak bola meyakini bahwa apabila tim Persis Solo tidak
segera melakukan perombakan pemain, terutama pada lini belakang dan tidak
segera menemukan pelatih yang tepat. Maka diyakini bahwa tim Persis Solo akan
degradasi ke liga 2 tahun ini.
Dikarenakan
menemukan pelatih yang tepat tidak seperti membalik telapak tangan. Disaat tim
lain mempersiapkan klub berbulan – bulan sebelum kompetisi berlangsung, tim
Persis Solo masih sibuk bingung meracik strategi permainan dengan pelatih baru.
