| "Dosen Unisri Surakarta Doktor Oktiana Handini ketika memberikan materi tentang Implementasi Project Based Learning (PjBL)/Foto : Redaksi |
RADARDETIK.ID - Surakarta, 22 November 2023 – Dr.Oktiana Handini, S.Pd.,M.Pd Dosen PPG FKIP Unisri Bersama Dinas Pendidikan Kota Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan yang inovatif dan berbasis kearifan lokal. Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, puluan guru Sekolah Dasar (SD) mengikuti pelatihan bertema “Implementasi Project Based Learning (PjBL) Berbasis Wayang sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Karakter” yang digelar di Gedung Graha Pendidikan Surakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan metode pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dengan seni tradisional wayang sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik sejak usia dini. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari dosen Unisri yakni Dr.Oktiana Handini, S.Pd.,M.Pd beserta tim.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dian Rineta, menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak boleh hanya sebatas teori, namun perlu diwujudkan dalam praktik nyata yang menyentuh budaya lokal. “Wayang merupakan kekayaan budaya bangsa yang sarat dengan nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kepemimpinan, tanggung jawab, dan gotong royong. Ini sangat relevan dengan semangat Profil Pelajar Pancasila,” ujar Dian.
Selama pelatihan, para guru diajarkan bagaimana merancang proyek pembelajaran tematik yang menggunakan tokoh-tokoh wayang sebagai inspirasi cerita, bahan diskusi nilai, serta media kreatif dalam bentuk pertunjukan mini atau pementasan sederhana di kelas. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi sosial-emosional siswa, tetapi juga memperkenalkan mereka pada warisan budaya yang semakin terlupakan.
Salah satu kegiatan menarik adalah penayangan video simulasi proyek kelas bertema “Pandawa Menjadi Teladan”, di mana siswa diajak mengenal tokoh Pandawa Lima dan mengidentifikasi nilai-nilai positif yang bisa ditiru. Dalam proyek ini, siswa bekerja dalam kelompok untuk membuat wayang dari bahan daur ulang, menulis naskah cerita, hingga menampilkan pentas wayang mini yang mereka buat sendiri.
Muna Dwi Pangestu salah satu guru di SDN Gandekan, mengaku sangat terinspirasi oleh metode ini. “Anak-anak lebih antusias ketika belajar lewat cerita dan praktik langsung. Mereka tidak hanya belajar tentang karakter, tapi juga bekerja sama dan berpikir kreatif,” ungkapnya.
Penerapan Project Based Learning berbasis wayang ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang tidak hanya menarik dan menyenangkan, tetapi juga efektif dalam menanamkan nilai-nilai luhur bangsa secara kontekstual. Dinas Pendidikan Kota Surakarta juga berencana untuk mengembangkan modul pembelajaran serupa dan membentuk komunitas guru penggerak budaya di tiap kecamatan.
Dengan inovasi ini, Surakarta tidak hanya mempertahankan identitas budayanya, tetapi juga membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa tumbuh kuat jika ditanam melalui akar budaya sendiri. Terimakasih dari pihak Unisri yang telah secara massif melaksanakan pengabdian di wilyah Surakarta yang sangat memberikan banyak manfaat untuk pengembangan kompetensi guru-guru SD.

