| "Foto bersama narasumber dengan audiens mahasiswa Unisri Surakarta"/Foto: Redaksi |
RADARDETIK.ID - Surakarta, 13 Januari 2026 - Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan kegiatan Praktisi Mengajar dalam mata kuliah Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan dengan tema "Memimpin Yang Tua, Membimbing Yang Muda". Kegiatan ini bertujuan membekali calon lulusan dengan keterampilan interpersonal untuk menghadapi dinamika kerja multigenerasi di era modern. Kegiatan ini dilangsungkan di gedung H lantai 5 Universitas Slamet Riyadi, yang di hadiri oleh seluruh Mahasiswa PGSD UNISRI semester 7.
Ketua program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yaitu Bapak Mukhlis Mustofa, S.Pd., M.Pd. menyampaikan sambutannya, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa, "Saat ini sekolah diisi oleh tiga generasi yang berbeda, di mana setiap generasi seringkali merasa caranya lah yang paling benar. Hal ini menjadi tantangan besar, terutama ketika ada kepala sekolah muda yang harus memimpin guru-guru yang jauh lebih senior.
| "Penyerahan piagam penghargaan kepada narasumber Praktik mengajar"/Foto: Redaksi |
Kepemimpinan di sekolah bukan soal siapa yang paling lama bekerja, tapi soal bagaimana saling menghargai antara inovasi anak muda dan pengalaman para senior" ucap Bapak Mukhlis, lalu beliau berpesan bahwa menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa dalam bersikap adalah pilihan.
Dalam acara Praktisi Mengajar, Prodi PGSD mengundang salah satu Kepala Sekolah termuda yang ada di Surakarta yaitu Ibu Priskila Dwinando Marindasari, S.Pd., M.Pd. beliau merupakan Kepala Sekolah di SD Negeri Wonowoso Surakarta. Dalam sesi pemaparan oleh narasumber, ditekankan bahwa kepemimpinan saat ini tidak lagi dibatasi oleh faktor usia. Seorang pemimpin muda dituntut memiliki kecerdasan emosional untuk memimpin staf yang lebih senior dengan pendekatan konsultatif dan penuh respek.
![]() |
| "Narasumber memaparkan materi dalam acara Praktik mengajar"/Foto: Redaksi |
"Point utamanya adalah respek kita tidak boleh menggurui, melainkan mengajak mereka berdiskusi dan menghargai pengalaman panjang mereka sebagai keputusan", ujar Ibu Priskila. Lalu beliau menembahkan pesan, "Mahasiswa harus siap menjadi pemimpin masa depan yang inklusif. Melalui kegiatan ini, kami ingin terjadi transfer pengetahuan organik, di mana mahasiswa belajar seni memimpin manusia secara nyata bukan sekedar teori saja", ucap Ibu Priskila.
![]() |
| "Sambutan kaprodi PGSD Unisri Surakarta dalam kegiatan Praktik mengajar"/Foto: Redaksi |
Beliau menutup kegiatan tersebut dengan menyampaikan, "Kepemimpinan bukanlah tentang menjadi sosok yang paling tahu segalanya. Ia adalah seni menciptakan ruang di mana yang tua merasa dihormati, yang muda merasa didengarkan, dan keduanya dimampukan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi anak didik kita. Di era digital ini, kepemimpinan sejati adalah tentang membangun jembatan inovasi demi masa depan pendidikan yang lebih baik."
Penulis: Ayu Sri Wulandari
Mahasiswa prodi PGSD Unisri Surakarta
.jpeg)


