![]() |
| Ilustrasi Neraka Jahanam yang sangat mengerikan/Foto: Redaksi |
Bismillāhirrahmānirrahīm.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Washshalātu wassalāmu ‘alā Sayyidinā Muhammad ﷺ.
Jamaah rahimakumullāh…
Kita semua takut kepada neraka. Tidak ada seorang pun yang ingin disentuh api yang panasnya tak tertahankan. Namun pertanyaannya bukan sekadar apakah kita takut… tetapi apakah kita sudah menempuh jalan agar selamat darinya sebelum kematian menjemput?
Allah telah memperingatkan kita dengan sangat jelas. Allah tidak pernah menutup jalan keselamatan. Tinggal kita mau atau tidak untuk berjalan di atasnya.
Keselamatan itu dimulai dari tauhid yang lurus. Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik.”
(QS. An-Nisa: 48)
Artinya, selama kita menjaga tauhid, memurnikan ibadah hanya kepada Allah, tidak bergantung kepada selain-Nya, maka kita sedang menjaga diri dari sebab terbesar masuk neraka. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, maka ia masuk surga.” (HR. Muslim). Maka luruskan niat kita, luruskan doa kita, luruskan tujuan hidup kita.
Kemudian jangan pernah meremehkan shalat. Allah menggambarkan dialog penghuni neraka dalam Al-Qur’an:
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
“Apa yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar? Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang yang shalat.”
(QS. Al-Muddatsir: 42–43)
Shalat bukan sekadar gerakan, tetapi perjanjian antara kita dan Allah. Jika shalat mulai ditinggalkan, ditunda, dianggap ringan, maka itu tanda bahaya bagi keselamatan akhirat kita.
Selain itu, jagalah hubungan dengan manusia. Banyak orang rajin ibadah, tetapi lisannya melukai. Rasulullah ﷺ bersabda, “Seorang muslim adalah yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Jangan mencari musuh. Jangan memelihara kebencian. Jangan menyakiti hati orang lain. Karena dosa kepada manusia tidak akan diampuni sebelum diselesaikan.
Jika pernah menzalimi, segera minta maaf. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, hendaklah ia meminta halal (maaf) hari ini sebelum datang hari yang tidak ada dinar dan dirham.” (HR. Bukhari). Di akhirat nanti, yang dibayar bukan uang, tetapi pahala kita yang akan diberikan kepada orang yang pernah kita sakiti. Maka jangan tunggu sakit. Jangan tunggu sakaratul maut.
Jauhilah zina dan semua jalannya. Allah tidak hanya melarang perbuatannya, tetapi juga mendekatinya:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
(QS. Al-Isra: 32)
Termasuk zina mata, zina hati, dan pergaulan yang melampaui batas. Apa pun yang kita lihat, kita klik, kita baca, semuanya tercatat. Tidak ada yang tersembunyi dari Allah.
Jauhi pula riba, karena Allah berfirman dengan ancaman yang sangat keras:
فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
“Maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.”
(QS. Al-Baqarah: 279)
Bayangkan, Allah menyatakan perang. Maka berhati-hatilah dalam urusan harta.
Jagalah lisan dari ghibah dan fitnah. Allah menggambarkan ghibah seperti memakan daging saudara sendiri yang sudah mati (QS. Al-Hujurat: 12). Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa satu kata yang dianggap ringan bisa menjatuhkan seseorang ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat (HR. Bukhari dan Muslim). Betapa sering kita meremehkan ucapan.
Namun di atas semua itu, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, pintu taubat masih terbuka. Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”
(QS. At-Tahrim: 8)
Perbanyak istighfar. Perbanyak sedekah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Lindungilah diri kalian dari api neraka walaupun dengan setengah butir kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim). Amal kecil yang ikhlas bisa menjadi penyelamat besar di hari kiamat.
Dan perbaikilah akhlak. Rasulullah ﷺ bersabda, “Yang paling berat timbangannya di hari kiamat adalah akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi). Akhlak kepada orang tua, kepada pasangan, kepada anak, kepada tetangga itulah bekal keselamatan.
Jamaah rahimakumullāh…
Jika kita ingin selamat dari neraka sebelum mati, maka jangan tunda perubahan. Jangan menunggu usia tua. Jangan menunggu sakit. Karena kematian tidak menunggu kesiapan kita.
Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita, dan orang-orang yang kita cintai dari api neraka, dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya tanpa hisab.
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.


