Notification

×

Iklan

Iklan

Dosen Spesialis Medikal Bedah UNIMUS Semarang Rilis Inovasi Buku Saku Digital SMART-HTN, Inovasi Baru Tingkatkan Kepatuhan Pasien Hipertensi

Thursday, 9 April 2026 | 20:54 WIB Last Updated 2026-04-09T13:54:38Z

 

Dosen Spesialis Medikal Bedah Unimus Semarang ketika memberikan Vandel kepada Kepala Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro/Foto: Redaksi

RADARDETIK.ID - Karanganyar - Inovasi di bidang keperawatan kembali hadir dari akademisi Indonesia. Dosen Program Studi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna Aji, resmi meluncurkan Buku Saku SMART-HTN: Panduan Praktis Self-Management Hipertensi untuk Pasien dan Keluarga. Buku saku digital tersebut telah terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan menjadi luaran utama dari Hibah Penelitian Fundamental yang didanai RisetMu Diktilitbang Muhammadiyah.


Peluncuran dilakukan di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro, yang sekaligus menjadi lokasi penelitian dan implementasi program. Kegiatan ini tidak hanya menandai hadirnya produk inovasi, tetapi juga menjadi momentum penguatan edukasi kesehatan berbasis kebutuhan nyata pasien di layanan primer.


Dalam keterangannya, Prima menegaskan bahwa persoalan utama dalam pengendalian hipertensi bukan hanya pada ketersediaan layanan, tetapi pada rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi. “Berdasarkan studi pendahuluan yang kami lakukan, tingkat kepatuhan minum obat dan pengelolaan gaya hidup pada pasien hipertensi masih sangat rendah. Hal ini berdampak langsung pada tingginya risiko komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung,” ungkapnya.

Foto bersama pasien Hipertensi di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro/Foto: Redaksi


Melihat kondisi tersebut, SMART-HTN dikembangkan sebagai pendekatan edukasi yang tidak lagi bersifat satu arah, melainkan interaktif, aplikatif, dan berorientasi pada perubahan perilaku. Buku saku digital ini memuat panduan komprehensif yang mengintegrasikan pemantauan tekanan darah mandiri, kepatuhan terapi, aktivitas fisik, pengendalian faktor risiko, serta pola hidup sehat dalam satu kesatuan sistem self-management yang mudah dipahami oleh pasien dan keluarga.


Keunggulan utama dari program ini terletak pada integrasi edukasi digital dengan pendekatan nurse-led intervention yang melibatkan keluarga sebagai bagian dari sistem pendampingan. Pendekatan ini dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan praktik sehari-hari pasien, sehingga edukasi tidak berhenti di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi berlanjut di lingkungan rumah.


Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas institusi bersama Marta Tania Gabriel Ching Cing dan Dr. Elinda Rizkasari. Dari rangkaian penelitian yang dilakukan, tim berhasil menghasilkan capaian akademik berupa publikasi pada jurnal terakreditasi nasional serta sejumlah Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk buku saku digital dan konvensional, serta buku ajar ber-ISBN nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak hanya berdampak pada praktik pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkaya khazanah keilmuan.


Kepala klinik, dr. Rifai Gani Saputra, menyambut baik implementasi program tersebut. Ia menilai kehadiran SMART-HTN memberikan manfaat nyata bagi pasien. “Kami sangat senang karena program ini sangat membantu pasien dalam memahami penyakitnya dan meningkatkan kepatuhan pengobatan. Ini bukan hanya edukasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat,” ujarnya.


Edukasi Buku Digital Self management Hipertensi/Foto: Redaksi


Sebagai bagian dari amal usaha PDM Muhammadiyah Karanganyar, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan ini menjadi contoh nyata sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan berbasis riset.


Ke depan, Prima menargetkan pengembangan SMART-HTN dalam bentuk aplikasi berbasis Android agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan hipertensi berbasis self-management. “Edukasi kesehatan tidak boleh berhenti di fasilitas pelayanan. Harus berlanjut di rumah, di keluarga, dan dalam kehidupan sehari-hari pasien,” tegasnya.


Dengan pendekatan yang inovatif, berbasis bukti ilmiah, dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat, SMART-HTN diharapkan mampu menjadi solusi strategis dalam menekan angka komplikasi hipertensi sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien di Indonesia.




×
Berita Terbaru Update