Notification

×

Iklan

Iklan

Bukan Sekadar Penyuluhan Narkoba, Remaja Boyolali Dilatih Menjadi Tempat Curhat yang Aman bagi Temannya

Tuesday, 4 August 2026 | 14:58 WIB Last Updated 2026-08-04T07:58:59Z
"Pengabdian kepada masyarakat dosen Unisri Surakarta di Karang Taruna Sedya Gawe Santoso"/Foto: Redaksi

RADARDETIK.ID - Boyolali - Bukan sekadar penyuluhan bahaya narkoba, 23 remaja anggota karang taruna di Boyolali justru dilatih menjadi tempat curhat yang aman bagi teman-temannya sendiri. Pelatihan ini digelar Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta bersama Karang Taruna Sedya Agawe Santoso dalam kegiatan pengabdian masyarakat pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, Sabtu (26/7/2026), di Dukuh Kelipan RW 07, Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.


Kegiatan ini mengangkat tema "Penguatan Peer Counseling Berbasis Media Digital sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja". Program disusun sebagai langkah preventif menyusul kekhawatiran akan tingginya risiko remaja terpapar pergaulan negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.


Karang taruna dipilih sebagai mitra bukan tanpa alasan. Organisasi kepemudaan ini dinilai punya kedekatan langsung dengan keseharian remaja di desa tempat mereka berkumpul, bertukar cerita, sekaligus tempat pengaruh baik maupun buruk mudah menyebar. Posisi inilah yang membuat karang taruna dianggap strategis untuk jadi benteng pertama dalam mencegah munculnya perilaku berisiko di kalangan generasi muda desa.

"Demonstrasi pengabdian kepada masyarakat dosen Unisri Surakarta"/Foto: Redaksi


Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai bahaya narkoba, faktor-faktor yang membuat remaja rentan terjerumus, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman.


Ketua tim pengabdian, Muhammad Rizky Nur Prakoso, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa edukasi tidak berhenti di ruang pelatihan. Tim juga memperkenalkan media poster digital yang dirancang untuk disebarluaskan melalui media sosial.


"Poster ini tidak hanya dipasang di lokasi kegiatan, tetapi juga disebarkan melalui Instagram dan TikTok agar pesan pencegahan narkoba dapat menjangkau lebih banyak remaja," ujarnya.


Selain edukasi mengenai bahaya narkoba, peserta diperkenalkan dengan konsep peer counseling atau konseling teman sebaya. Melalui pendekatan ini, remaja diajak menjadi pendengar yang baik bagi teman-temannya, mampu memberikan dukungan awal, sekaligus mengetahui kapan harus mengarahkan seseorang kepada pihak yang lebih kompeten apabila menghadapi persoalan yang lebih serius.


"Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagi Karang Taruna"/Foto: Redaksi

Agar peserta lebih memahami penerapannya, tim pengabdian menggelar sesi role play. Dua peserta diminta memerankan konselor dan konseli dalam sebuah simulasi. Mereka berlatih membuka percakapan, mendengarkan tanpa menghakimi, menunjukkan empati, hingga memberikan respons yang tepat kepada teman yang sedang menghadapi masalah. Sesi praktik tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta karena memberikan gambaran nyata mengenai penerapan konseling teman sebaya.


Rizky menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, melainkan membangun kepedulian remaja terhadap kondisi teman-teman di sekitarnya. “Masalah yang dipendam dalam waktu lama bisa berujung pada gangguan psikologis, teman sebaya adalah tempat cerita yang paling nyaman karena tidak ada rasa canggung. "Peer counseling adalah salah satu alternatif yang tepat untuk itu," katanya.


Program pengabdian ini turut melibatkan Taufik Sani Santoso, S.Pd., M.Pd., Dra. Lydia Ersta Kusumaningtyas, S.Pd., M.Pd., serta mahasiswa Septiyan Dwi Mahendra yang mendampingi jalannya pelatihan dan sesi simulasi.


Melalui kegiatan ini, UNISRI bersama Karang Taruna Sedya Agawe Santoso berharap para remaja tidak hanya memahami bahaya penyalahgunaan narkoba, tetapi juga memiliki keberanian untuk saling peduli, saling mengingatkan, dan menjadi tempat pertama bagi teman-temannya untuk mencari dukungan ketika menghadapi persoalan. Dengan pendekatan tersebut, upaya pencegahan narkoba diharapkan dapat dimulai dari lingkungan pertemanan yang paling dekat dengan kehidupan remaja.




×
Berita Terbaru Update