Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa PPG BK UNISRI Surakarta Hadirkan LAKU URIP, Ajak Generasi Muda Menemukan Arah dan Makna Kehidupan

Tuesday, 8 September 2026 | 18:15 WIB Last Updated 2026-09-08T13:16:34Z
"Mahasiswa PPG BK Unisri Surakarta berfoto bersama dalam kegiatan LAKU URIP: Menemukan Arah, Memaknai Kehidupan"/Foto: Redaksi


RADARDETIK.ID - Surakarta - Di tengah dinamika kehidupan generasi muda yang semakin kompleks, kemampuan mengenali diri, menentukan arah, dan menemukan makna hidup menjadi bagian penting dalam membangun kesejahteraan psikologis. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bidang Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FKIP Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menghadirkan inovasi “LAKU URIP: Menemukan Arah, Memaknai Kehidupan”.


Program yang dikembangkan mahasiswa Kelompok 6 dalam Projek Kepemimpinan tersebut dilaksanakan di Pendopo Griya Mayangkara, Kampung Njawani, Banjarsari, Surakarta, Minggu (6/9/2026). Sebanyak 25 peserta yang terdiri atas kanoman atau generasi muda karang taruna serta perwakilan masyarakat Kampung Njawani mengikuti kegiatan tersebut.


Tak sekadar menghadirkan penyuluhan, LAKU URIP dirancang sebagai ruang refleksi yang memadukan edukasi Bimbingan dan Konseling, nilai kearifan lokal Jawa, serta pemanfaatan media digital. Peserta diajak mengenali diri, mengidentifikasi nilai yang dianggap penting, menentukan arah kehidupan, hingga menerjemahkan hasil refleksi menjadi tindakan sederhana yang dapat diterapkan dalam keseharian.


Ketua Projek Kepemimpinan Kelompok 6, Rizkita Ramadhani, S.Pd., mengatakan LAKU URIP berangkat dari gagasan bahwa setiap individu membutuhkan ruang untuk memahami dirinya di tengah kesibukan dan berbagai tuntutan kehidupan.


“Melalui LAKU URIP, kami ingin menghadirkan ruang yang dekat dan nyaman bagi peserta untuk merefleksikan perjalanan hidupnya. Bukan sekadar bertanya tentang ingin menjadi apa, tetapi lebih dalam lagi: apa yang benar-benar penting, kehidupan seperti apa yang ingin dijalani, dan langkah kecil apa yang dapat mulai dilakukan hari ini,” ujar Rizkita.


Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari tersampaikannya materi, tetapi dari munculnya kesadaran peserta untuk membawa hasil refleksi tersebut ke dalam kehidupan nyata.

“Kami berharap LAKU URIP tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Nilai yang ditemukan peserta diharapkan dapat diterjemahkan menjadi tindakan sederhana tetapi konsisten, sehingga proses menemukan arah hidup benar-benar menjadi sebuah *laku*, bukan sekadar wacana,” tambahnya.


Dari Refleksi Diri hingga “Laku Becik”

Salah satu inovasi yang menjadi daya tarik kegiatan adalah penggunaan website LAKU URIP sebagai media refleksi digital. Media tersebut dirancang untuk membawa peserta melewati proses refleksi secara bertahap dan personal.


Pada bagian Eksplorasi, peserta menjawab sejumlah pertanyaan reflektif untuk membantu mengenali hal-hal yang dianggap penting dan bermakna dalam kehidupannya. Hasil eksplorasi kemudian dirangkum dalam Ringkasan Eksplorasi sebagai gambaran awal mengenai nilai dan arah yang ingin dikembangkan peserta.


Proses tersebut tidak berhenti pada refleksi. Melalui fitur Laku Becik, peserta didorong menerjemahkan nilai yang telah ditemukan menjadi tindakan konkret melalui lima pilihan, yakni Tuwuh, Srawung, Tentrem, Migunani, dan Nglakoni.


Peserta selanjutnya memperoleh Kartu Misi yang menjadi pengingat untuk menjalankan langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut membuat LAKU URIP tidak hanya memberikan pemahaman konseptual mengenai tujuan hidup, tetapi juga mendorong peserta bergerak dari proses mengenali diri menuju tindakan nyata.


Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Projek Kepemimpinan, Muh. Rizky Nur Prakoso, M.Pd., mengapresiasi kemampuan mahasiswa PPG BK UNISRI menerjemahkan kompetensi akademik menjadi program yang kontekstual dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Projek Kepemimpinan idealnya memang tidak berhenti pada pemenuhan tugas akademik. Mahasiswa perlu belajar membaca kebutuhan masyarakat, membangun kolaborasi, kemudian menghadirkan gagasan yang memiliki nilai kebermanfaatan. LAKU URIP menunjukkan bagaimana keilmuan Bimbingan dan Konseling dapat dibawa keluar dari ruang kelas dan hadir lebih dekat dengan kehidupan masyarakat,” kata Rizky.


Ia menilai perpaduan antara pendekatan reflektif, teknologi digital, dan nilai lokal menjadi kekuatan program tersebut.

“Yang menarik, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi tentang tujuan hidup, tetapi mengembangkan sebuah pengalaman reflektif melalui media digital dan bahasa nilai yang dekat dengan masyarakat. Ini penting karena inovasi pendidikan bukan semata-mata tentang menggunakan teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut membantu manusia semakin mengenali dirinya dan mengambil keputusan yang lebih bermakna,” ujarnya.


"Kegiatan mahasiswa PPG Unisri Surakarta bertema LAKU URIP"/Foto: Redaksi


Bertemu dengan Spirit Kampung Njawani

Kehadiran LAKU URIP juga mendapatkan respons positif dari Ketua Pembina Kampung Njawani, Ki Purbo Asmoro, S.Kar., M.Hum. Menurutnya, gagasan mengenai pencarian arah dan makna kehidupan memiliki kedekatan dengan proses pembinaan generasi muda yang selama ini dikembangkan di Kampung Njawani.


Melalui Pendopo Griya Mayangkara, anak-anak dan kanoman mendapatkan ruang untuk belajar gamelan, mengenal kebudayaan, berinteraksi, serta mengembangkan potensi diri.

“Anak muda perlu memiliki ruang untuk mengenal dirinya. Belajar budaya dan gamelan, misalnya, bukan hanya persoalan mampu memainkan alat musik. Di dalamnya ada proses belajar tentang kebersamaan, kedisiplinan, rasa, dan mengenali potensi diri. Dari proses seperti itulah seseorang perlahan dapat memahami apa yang disukai, apa yang ingin dikembangkan, dan ke mana dirinya ingin melangkah,” tutur Ki Purbo.


Ia menilai LAKU URIP dapat memperkaya proses tersebut karena generasi muda tidak hanya memperoleh ruang berekspresi, tetapi juga diajak secara sadar merefleksikan nilai dan tujuan kehidupannya.


“Harapannya, kanoman tidak sekadar mengikuti arus. Mereka memiliki pegangan, mengenali nilai yang diyakini, serta mempunyai keberanian untuk menentukan langkah hidup yang baik dan bermanfaat bagi dirinya maupun lingkungan,” tambahnya.


Tujuan Hidup Bukan Sekadar Karier

Dalam sesi edukasi, Salsa Suryadiva, S.Pd. mengajak peserta melihat tujuan hidup dalam perspektif yang lebih luas. Tujuan hidup, menurutnya, tidak semata-mata identik dengan pekerjaan, karier, jabatan, atau pencapaian material.


Peserta diajak memahami bahwa arah kehidupan juga berkaitan dengan nilai yang dianggap penting, relasi dengan orang lain, kebermanfaatan, ketenangan, pertumbuhan diri, serta alasan yang membuat kehidupan dirasakan bermakna.


“Tidak semua orang harus langsung mengetahui seluruh jawaban tentang masa depannya. Arah hidup dapat ditemukan dan dibangun sedikit demi sedikit melalui pengalaman, pilihan, keberanian mengenali diri, dan langkah yang kita lakukan setiap hari,” ungkap Salsa.


Setelah mengikuti materi dan eksplorasi melalui website, peserta memasuki sesi refleksi. Mereka diberikan kesempatan menuliskan pengalaman, pemikiran, maupun pemaknaan yang diperoleh selama kegiatan untuk kemudian dimasukkan ke dalam kotak refleksi.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan foto bersama sebagai simbol kolaborasi antara mahasiswa PPG BK UNISRI, generasi muda, dan masyarakat Kampung Njawani.

LAKU URIP menjadi salah satu bentuk implementasi Projek Kepemimpinan yang menempatkan mahasiswa calon guru bukan hanya sebagai pembelajar di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga sebagai penggerak yang mampu membaca persoalan sosial dan menghadirkan inovasi berbasis keilmuan.


Melalui pendekatan yang memadukan Bimbingan dan Konseling, refleksi diri, teknologi digital, serta kearifan lokal, program ini menawarkan cara yang lebih kontekstual untuk mendampingi generasi muda: bukan memberikan jawaban mengenai kehidupan yang harus mereka jalani, melainkan membantu mereka menemukan sendiri nilai, arah, dan makna yang ingin diperjuangkan.


Kegiatan LAKU URIP dilaksanakan oleh sembilan mahasiswa PPG BK FKIP UNISRI, yakni Khamidah Syifa’ul Hani, S.Pd.; Nur Afnanda Dewi, S.Pd.; Nur Alfi Laili, S.Pd.; Prita Oktavia, S.Pd.; Rizka Dwi Yanti, S.Pd.; Rizkita Ramadhani, S.Pd.; Salsa Suryadiva, S.Pd.; Serminto Boboy, S.Pd.; dan Shofiana Mahfiroh, S.Pd.




×
Berita Terbaru Update