| "Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) ketika berfoto bersama seusai memberikan pelatihan pembelajaran berfiferensiasi di SDI An Najah"/Foto: Redaksi |
RADARDETIK.ID - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) menyelenggarakan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi di SDI An Najah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi secara tepat, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik.
Dr. Irdalisa, S.Si., M.Pd., yang bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa masih terdapat berbagai miskonsepsi mengenai implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Miskonsepsi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemahaman konseptual guru, tetapi juga tercermin dalam praktik pembelajaran yang dilaksanakan di kelas.
“Pembelajaran berdiferensiasi bukan sekadar memberikan tugas yang berbeda kepada peserta didik. Guru perlu memahami kebutuhan belajar peserta didik serta merancang proses pembelajaran yang memberikan ruang bagi perbedaan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik,” jelas Dr. Irdalisa.
Dalam pelatihan tersebut, para guru tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas praktis untuk merancang flowchart atau alur langkah-langkah pembelajaran berdiferensiasi. Perancangan tersebut dikembangkan dengan mengangkat tema Education for Sustainable Development (ESD) atau Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan.
ESD merupakan pendekatan pendidikan yang bertujuan membentuk individu yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab demi keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan kesadaran dan tanggung jawab peserta didik terhadap berbagai persoalan keberlanjutan.
![]() |
| "Kegiatan praktek Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis ESD di SDI An Najah"/Foto: Redaksi |
Implementasi ESD melalui pembelajaran berdiferensiasi diharapkan dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Pembelajaran juga dapat diarahkan pada isu-isu nyata di lingkungan sekitar sehingga peserta didik tidak hanya memahami keterkaitan antara aktivitas manusia dan dampaknya terhadap lingkungan, tetapi juga terdorong untuk mencari solusi dan mengambil tindakan nyata.
Melalui kegiatan pelatihan ini, UHAMKA mendorong penguatan kapasitas guru agar mampu merancang pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada keberlanjutan. Integrasi pembelajaran berdiferensiasi dengan ESD diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta berkembang menjadi environmental citizens yang aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.
Kepala SDI An Najah, Wida Mawaddah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan UHAMKA. Ia berharap program peningkatan kapasitas guru tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
“Saya berharap kegiatan peningkatan kapasitas dari UHAMKA dapat dilaksanakan secara berkesinambungan,” ujar Wida.
Para peserta pelatihan juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Melalui pelatihan tersebut, para guru memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai model pembelajaran berdiferensiasi dengan tema ESD serta penerapannya dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret UHAMKA dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan pada jenjang sekolah dasar. Selain memperkuat kompetensi guru, pelatihan tersebut juga sejalan dengan program pemerintah, khususnya Gerakan Literasi Sekolah (GLS), melalui pengembangan pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui kegiatan pelatihan ini, UHAMKA mendorong penguatan kapasitas guru agar mampu merancang pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada keberlanjutan. Integrasi pembelajaran berdiferensiasi dengan ESD diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta berkembang menjadi environmental citizens yang aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.


