Notification

×

Iklan

Iklan

Dosen Perawat IKTA Pekanbaru Edukasi dan Screening Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Kardiovaskular di Majelis Ta’lim Syifaunnas Pekanbaru

Tuesday, 20 October 2026 | 18:11 WIB Last Updated 2026-10-20T11:12:10Z

Oleh:

Ns. Ahmad Redho, M. Kep, Sp.Kep,M.B (Dosen Keperawatan)

Nofri hasrianto, M. Kes ( Dosen Kesehatan Masyarakat)

Rendi Rendika, MM ( Dosen Kesehatan Masyarakat)


Pengabdian kepada masyarakat Dosen perawat IKTA Pekanbaru yang diketuai oleh Ahmad Redho/Foto: Redaksi

RADARDETIK.ID - Dosen Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) Pekanbaru melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Kardiovaskular melalui Edukasi dan Skrining Dini di Majelis Ta’lim Syifaunnas Pekanbaru.” Kegiatan ini diikuti oleh 52 peserta dengan rangkaian aktivitas berupa pemeriksaan kesehatan, edukasi penyakit kardiovaskular, dan penguatan upaya pencegahan di lingkungan masyarakat.


Kegiatan diawali dengan skrining kesehatan untuk membantu peserta mengenali faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk melalui pemeriksaan tekanan darah. Selanjutnya, tim dosen menyampaikan materi edukasi yang mencakup pengenalan penyakit jantung, deteksi dini, serta penerapan perilaku hidup sehat.


Ns. Ahmad Redho, M.Kep., Sp.Kep.M.B., menyampaikan materi tentang penyakit kardiovaskular, faktor risiko, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta pentingnya upaya pencegahan secara berkelanjutan.


“Untuk senantiasa menjaga kesehatan jantung, tidak hanya melalui deteksi dini saja, tetapi yang paling penting adalah mengoptimalkan dan mendayagunakan segala potensi yang dimiliki untuk mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular. Upaya tersebut dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat melalui penerapan pola hidup sehat secara konsisten,” ungkap Ahmad Redho.


Sementara itu, Rendi Rendika, MM., memberikan edukasi mengenai skrining dini faktor risiko penyakit kardiovaskular. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala agar masyarakat dapat mengenali kondisi kesehatannya dan segera melakukan tindak lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.


Tim pengabdian kepada masyarakat dosen perawat IKTA pekanbaru/Foto: Redaksi


Adapun Nofri Hasrianto, M.Kes., menyampaikan materi tentang pencegahan penyakit kardiovaskular melalui gaya hidup sehat dan perawatan kesehatan di rumah (home care). Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pola makan seimbang, aktivitas fisik sesuai kemampuan, menghindari rokok, mengelola stres, serta mematuhi pengobatan bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta.


Melalui kegiatan ini, tim dosen mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami risiko penyakit kardiovaskular, tetapi juga mampu menerapkan langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga dan komunitas, termasuk majelis taklim, memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jantung.


Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen IKTA Pekanbaru dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Diharapkan, edukasi dan skrining dini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan jantung, mengenali faktor risiko, dan memanfaatkan pelayanan kesehatan secara tepat.


Masyarakat juga diimbau segera mencari pertolongan medis apabila mengalami tanda kegawatdaruratan, seperti nyeri dada, sesak napas mendadak, atau penurunan kesadaran. Skrining kesehatan jantung perlu dilakukan untuk mendeteksi faktor risiko penyakit kardiovaskular sejak dini, bahkan sebelum seseorang mengalami gejala. Banyak faktor risiko, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes, dapat berkembang tanpa keluhan yang jelas.


Ahmad Redho mengatakan alasan penting dilakukan skrining kesehatan jantung yaitu Mendeteksi faktor risiko sejak dini. Skrining membantu mengidentifikasi tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tidak normal, gula darah tinggi, obesitas, serta faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan penyakit kardiovaskular. Perlu Menemukan masalah kesehatan yang tidak bergejala. Seseorang dapat merasa sehat meskipun memiliki hipertensi atau gangguan metabolik. Pemeriksaan membantu mengenali kondisi tersebut sebelum berkembang menjadi komplikasi. Perlu menjadi perhatian juga adalah untuk Mencegah serangan jantung dan stroke.Hasil skrining dapat menjadi dasar untuk melakukan intervensi lebih awal, seperti perubahan pola hidup, pengendalian tekanan darah, atau terapi medis sesuai indikasi. Skrining tidak menjamin serangan jantung atau stroke dapat dicegah sepenuhnya, tetapi membantu mengurangi risiko.


Perlu Menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutanJika ditemukan faktor risiko atau kelainan, tenaga kesehatan dapat menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan tambahan, seperti profil lipid, pemeriksaan gula darah, elektrokardiogram (EKG), atau evaluasi dokter sesuai indikasi.


Dosen IKTA Pekanbaru Ahmad Redho ketika mengisi kegiatan pengabdian kepada masyarakat/Foto: Redaksi


Dengan Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui Skrining membantu masyarakat memahami kondisi kesehatannya dan mendorong penerapan pola hidup sehat, termasuk pengaturan pola makan, aktivitas fisik, berhenti merokok, dan pengelolaan stres. Hal ini juga Menjadi dasar pemantauan kesehatan. Hasil pemeriksaan berkala dapat digunakan untuk memantau perubahan tekanan darah, berat badan, dan faktor risiko lainnya, serta mengevaluasi keberhasilan intervensi.


Bentuk dukungan pencegahan berbasis keluarga dan komunitas dengan Skrining di masyarakat, seperti di majelis taklim, posyandu, dan puskesmas, dapat memperluas akses terhadap edukasi kesehatan serta mendorong keluarga untuk berpartisipasi dalam pencegahan penyakit kardiovaskular juga menjadi bagain keseriusan dalam menangani masalah ini.


Ahmad Redho menambah kan  Skrining kesehatan jantung merupakan  langkah preventif untuk mengenali faktor risiko, menentukan kebutuhan tindak lanjut, dan mendorong perilaku hidup sehat. Skrining bukan sekadar memeriksa kesehatan, melainkan bagian dari upaya pencegahan yang harus diikuti dengan edukasi, perubahan gaya hidup, dan penanganan yang tepat apabila ditemukan kelainan.


Perlu menjadi perhatian bahwa hasil skrining normal tidak menjamin seseorang bebas dari penyakit jantung. Jika mengalami nyeri dada, sesak napas mendadak, atau pingsan, segera cari pertolongan medis tanpa menunggu skrining berikutnya.


Foto bersama kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dosen perawat IKTA Pekanbaru/Foto: Redaksi


Agar kesehatan jantung tetap terjaga hingga usia lanjut, diperlukan komitmen menjalani pola hidup sehat sejak usia muda, pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan pengendalian faktor risiko secara konsisten. Menjaga jantung bukan dilakukan hanya ketika sudah sakit, melainkan melalui kebiasaan sehari-hari yang dipertahankan sepanjang hidup.


Penerapaan pola makan sehatPerbanyak sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan ikan. Batasi garam, makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta makanan ultra-proses. Pola makan yang sehat membantu mengendalikan tekanan darah dan kolesterol. Usahakan aktivitas aerobik intensitas sedang sekitar 150–300 menit per minggu untuk orang dewasa, sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan. Lansia dapat memulai dari berjalan kaki, latihan keseimbangan, dan latihan kekuatan ringan.Lakukan pemeriksaan berkala sesuai usia dan faktor risiko. Hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes dapat berlangsung tanpa gejala, tetapi meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.


Kebiasaan  merokok agar dihentikan untuk menjaga pembuluh darah dan jantung. Hindari pula paparan asap rokok dari lingkungan sekitar. Sisihkan waktu untuk relaksasi, beribadah sesuai keyakinan, melakukan kegiatan yang menyenangkan, dan menjaga hubungan sosial. Usahakan tidur teratur dan cukup, umumnya 7–9 jam bagi orang dewasa.


Bagi penderita hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung, konsumsi obat sesuai resep dan jangan menghentikannya tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.Biasakan makan sehat bersama, berjalan kaki, saling mengingatkan untuk kontrol, dan mendukung anggota keluarga yang ingin berhenti merokok. Dukungan sosial membantu mempertahankan kebiasaan sehat. Seiring bertambahnya usia, risiko kardiovaskular dapat meningkat. Evaluasi kesehatan secara berkala, sesuaikan aktivitas dengan kemampuan fisik, cegah jatuh, dan tangani penyakit penyerta sedini mungkin.




×
Berita Terbaru Update