| Pengabdian kepada masyarakat departemen keperawatan jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang/Foto: Redaksi |
RADARDETIK.ID - SEMARANG - Keluarga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental anak dan remaja. Berangkat dari pentingnya peran tersebut, Departemen Keperawatan Jiwa, Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES), Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 39 Semarang, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 135 wali murid dan 10 guru. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan tenaga pendidik mengenai perkembangan psikologis anak, permasalahan kesehatan mental remaja, serta keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga.
Dua dosen Departemen Keperawatan Jiwa Unimus bertindak sebagai narasumber, yakni Dr. Ns. Desi Ariyana, M.Kep., Sp.Kep.Ji dan Ns. Nurhalimah, M.Kep., Sp.Kep.J.
Dalam pemaparannya, Dr. Ns. Desi Ariyana membahas perkembangan psikososial manusia pada berbagai tahapan usia, mulai dari bayi, balita, anak-anak, hingga remaja. Materi ini memberikan pemahaman mengenai kebutuhan perkembangan psikologis anak serta pentingnya dukungan lingkungan dalam setiap tahapan pertumbuhan. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai persoalan kesehatan mental di Indonesia dan peran keluarga serta sekolah dalam mendukung kesehatan jiwa remaja.
Sementara itu, Ns. Nurhalimah menyampaikan materi mengenai “Merawat Keluarga agar Tetap Sehat Jiwa melalui Regulasi Emosi dan Komunikasi Asertif.” Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya mengelola emosi dan menerapkan komunikasi asertif ketika berinteraksi dengan anak. Kemampuan tersebut menjadi bekal bagi orang tua untuk merespons situasi pengasuhan secara lebih tenang, menyampaikan harapan dengan tepat, serta membangun hubungan yang saling menghargai dalam keluarga.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan praktik regulasi emosi yang melibatkan wali murid dan guru. Praktik meliputi deep breathing atau pernapasan dalam, butterfly hug, dan afirmasi positif. Melalui latihan tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan teknik sederhana untuk membantu menenangkan diri dan mengelola emosi dalam aktivitas sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat melalui keaktifan wali murid dalam mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber. Pihak SMP Negeri 39 Semarang turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Wakil kepala sekolah menilai edukasi kesehatan mental bagi keluarga sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan, mengingat persoalan psikologis yang dialami siswa perlu dipahami dengan turut memperhatikan kondisi dan dinamika dalam keluarga.
Materi dan praktik yang diberikan dinilai bermanfaat untuk menambah wawasan orang tua dalam mendampingi anak serta membangun komunikasi yang lebih sehat di rumah. Kegiatan ini juga memperkuat pentingnya kerja sama antara keluarga dan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan psikologis remaja.
Melalui pengabdian kepada masyarakat ini, Departemen Keperawatan Jiwa Unimus berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan keluarga. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mengimplementasikan ilmu keperawatan jiwa untuk meningkatkan literasi kesehatan mental dan mendukung tumbuh kembang anak serta remaja.

